Showing posts with label Menggigit. Show all posts

Tuesday, November 7, 2017

Laba Laba Yellow Sac

No comments :
    Area Serangga - Laba-laba biasa terlihat di mana saja. Setidaknya orang merasa takut dengan mahkluk berkaki delapan ini, yang dikenal se­bagai Arachnophobia. Ada sekitar 40.000 spesies laba-laba di dunia. Namun begitu, ada sedikit yang berbahaya bagi manusia.


Banyak laba-laba tidak agresif dan cen­derung menghindar jika berada dalam ke­adaan bahaya. Bahkan laba-laba beracun hanya menyerang dalam keadaan eks­trem. Ada beberapa laba-laba yang gigitan­nya bisa men­ebabkan penderitaan kepada makhluk lain salah satunya adalah laba laba Yellow Sac.

Yellow Sac Spiders adalah laba-laba dalam warna kuning dan memiliki perut yang berva­riasi dari pucat sampai beige di tempat teduh. Biasanya laba-laba kantung kuning memiliki panjang 5-12 mm dan ada di Amerika dan Kanada.

Ukurannya memang kecil, hanya sekitar 5 sampai 10mm. Tapi bukan berarti laba-laba ini bukan ancaman berarti bagi manusia. Laba-laba Yellow Sac memiliki gigitan yang sangat menyakitkan sehingga membuatnyanya dianggap sebagai salah satu laba-laba paling beracun di dunia. Diberi nama Yellow Sac dikarenakan laba-laba ini memiliki warna tubuh kuning pucat atau hijau.

Habitat Laba Laba Yellow Sac.
Penyebaran laba-laba Yellow Sac berasal dari wilayah Australia sampai Kanada. Racun yang dimiliki Yellow Sac dikenal dengan sebutan cytotoxin. Cytotoxin ini memberikan efek sakit yang sangat disertai dengan pembengkakan pada bagian yang digigit oleh Yellow Sac. Jika kalian berada di tempat yang banyak tanaman, kulit pohon, batu, dan dedaunan, maka kalian wajib berhati-hati karena di tempat itulah paling banyak ditemukan laba-laba Yellow Sac.

Nyamuk Aedes aegypti

No comments :
   Area Serangga  - Seperti kita ketahui bersama, bahwa nyamuk merupakan salah satu vektor (penular) penyakit terhadap manusia. nyamuk Aedes aegypti yang telah terbukti menularkan virus Zika, meskipun para ahli menduga bahwa spesies Aedes albopictus mungkin juga mampu menularkan virus tersebut.

Aedes aegypti adalah nyamuk kecil berwarna gelap dengan tanda belang putih di kakinya. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit A.S., nyamuk Aedes aegypti bertanggung jawab atas penularan virus Zika, virus dengue, virus cikungunya, dan virus demam kuning di belahan dunia tertentu.

Siklus nyamuk Aedes aegypt:



1. Telur
Telur nyamuk Aedes aegypti. memiliki dinding bergaris-garis dan  membentuk bangunan seperti kasa. Telur berwarna hitam dan diletakkan satu persatu pada dinding perindukan. Panjang telur 1 mm dengan bentuk bulat oval atau memanjang, apabila dillihat dengan mikroskop bentuk seperti cerutu. Telur dapat bertahan berbulan-bulan pada suhu - 2oC sampai 42oC dalam keadaan kering. Telur ini akan menetas jika kelembaban terlalu rendah dalam waktu 4 atau 5 hari.

2. Larva
Perkembangan larva tergantung pada suhu, kepadatan populasi, dan ketersediaan makanan. Larva berkembang pada suhu 28oC sekitar 10 hari, pada suhu air antara 30 - 40 oC larva akan berkembang menjadi pupa dalam waktu 5 - 7 hari. Larva lebih menyukai air bersih, akan tetapi tetap dapat hidup dalam air yang keruh baik bersifat asam atau basa.

Larva beristirahat di air membentuk sudut dengan permukaan dan menggantung hampir tegak lurus. Larva akan berenang menuju dasar tempat atau wadah apabila tersentuh dengan gerakan jungkir balik. Larva mengambil oksigen di udara dengan berenang menuju permukaan dan menempelkan siphonnya diatas permukaan air. Larva Aedes aegypti. memiliki empat tahapan perkembangan yang disebut instar meliputi : instar I, II, III dan IV, dimana setiap pergantian instar  ditandai dengan pergantian kulit yang disebut ekdisis. Larva instar IV mempunyai ciri siphon pendek, sangat gelap dan kontras dengan warna tubuhnya. Gerakan larva instar IV lebih lincah dan sensitif terhadap rangsangan cahaya. Dalam keadaan normal (cukup makan dan suhu air 25 – 27oC) perkembangan larva instar ini sekitar 6-8 hari.

3. Pupa
Pupa Aedes aegypti. berbentuk bengkok dengan kepala besar sehingga menyerupai tanda koma, memiliki siphon pada thorak untuk bernafas . Pupa nyamuk Aedes aegypti. bersifat aquatik dan tidak seperti kebanyakan pupa serangga lain yaitu sangat aktif dan seringkali disebut akrobat (tumbler). Pupa Aedes aegypti. tidak makan tetapi masih memerlukan oksigen untuk bernafas melalui sepasang struktur seperti terompet yang kecil pada thorak . Pupa pada tahap akhir akan membungkus tubuh larva dan mengalami metamorfosis menjadi nyamuk Aedes aegypti. dewasa.

4. Imago (nyamuk dewasa)
Pupa membutuhkan waktu 1 – 3 hari sampai beberapa minggu untuk menjadi nyamuk dewasa. Nyamuk jantan menetas terlebih dahulu dari pada nyamuk betina. Nyamuk betina setelah dewasa membutuhkan darah untuk dapat mengalami kopulasi.
Dalam meneruskan keturunannya, nyamuk Aedes aegypti. betina hanya kawin satu kali semumur hidupnya. Biasanya perkawinan terjadi 24 – 28 hari dari saat nyamuk dewasa.

Bagaimana nyamuk Aedes aegypti menularkan virus?
Nyamuk Aedes aegypti membawa virus seperti Zika, dengue atau lainnya, ketika menggigit orang yang terinfeksi virus tersebut. Apabila tidak ada individu terinfeksi yang digigit nyamuk, virus Zika tidak akan menyebar karena virus ini tidak dapat menginfeksi dengan sendirinya.

Apabila nyamuk menggigit seseorang yang terinfeksi oleh virus Zika, nyamuk tersebut membawa virus dari orang yang terinfeksi tersebut. Perlu lima hingga tujuh hari bagi virus tersebut untuk menggandakan diri dalam tubuh nyamuk yang kini terinfeksi. Selama itulah, virus diteruskan ke kelenjar ludah nyamuk.

Dari kelenjar ini, nyamuk menyebarkan virus dari air liurnya ke orang yang digigitnya. Hal ini berpotensi menginfeksi orang tersebut. Seekor nyamuk yang terinfeksi mungkin mampu menginfeksi beberapa orang.

Mengapa nyamuk ini menggigit?
Hanya nyamuk betina yang menggigit. Nyamuk betina menghisap darah sebagai sumber protein bagi telurnya, dan nyamuk betina bertelur setelah menghisap darah.


Nyamuk Aedes aegypti dewasa biasanya aktif menggigit pada siang hari, terutama di pagi dan sore hari. Mereka tertarik pada manusia terutama karena karbon dioksida yang kita hembuskan.

Faktor lain yang dapat memengaruhi perilaku menggigitnya adalah warna pakaian dan aroma kulit (seperti bau keringat). Nyamuk dianggap kurang tertarik dengan pakaian berwarna cerah.

Habitat Nyamuk Aedes aegypti
Kalau di rumah atau teras rumah terdapat tempat-tempat yang banyak airnya atau bisa dijadikan tempat penampungan air, itu dia habitat telur nyamuk demam berdarah untuk berkembang menjadi nyamuk dewasa. Contohnya, pohon dengan lubang pada batangnya, toilet, ban kendaraan yang sudah tidak terpakai, pot tanaman, tempat minum hewan peliharaan, mainan, vas, kolam renang, tempat sampah, dan lain sebagainya.

Nyamuk Aedes aegypti ini kemungkinan juga lebih suka berdiam dan berkembang biak dengan cepat di daerah yang panas dan lembap, seperti Indonesia. Berdasarkan penelitian, nyamuk demam berdarah betina ini senang menghabiskan hidupnya di dalam atau sekitar rumah dan bisa terbang rata-rata sejauh 400 meter. Infeksi virus nyamuk demam berdarah biasanya lebih tinggi jika korban berada di luar ruangan dan pada siang hari. Namun, bukan berarti nyamuk Aedes aegypti tidak bisa berkembang biak di dalam ruangan atau menggigit di malam hari.

Nyamuk Aedes aegypti paling aktif mencari mangsa sekitar dua jam setelah matahari terbit dan beberapa jam sebelum matahari terbenam. Atau bisa juga menggigit pada malam hari di lokasi berpenerangan baik. Selain manusia, nyamuk Aedes aegypti juga dapat menggigit anjing dan hewan mamalia peliharaan lainnya.


Semut Siafu

No comments :
  Area Serangga - Dari sekian banyak jenis semut di seluruh dunia, ada salahsatu jenis semut yang diketahui memiliki kekuatan yang sangat besar dan cukup ditakuti oleh hewan lainnya bahkan manusia. Koloni semut tersebut bernama semut siafu. Semut siafu merupakan salahsatu jenis semut yang tinggal dan memiliki habitat tempat tinggal di Afrika barat da Kongo. Di habitatnya tersebut dikabarkan jika semut ini seringkali memburu hewan besar hingga manusia, sehingga reputasinya benar-benar mematikan dan sangat berbahaya.


Seperti umumnya Semut, semut Siafu yang hanya hidup di bagian Barat Afrika ini juga hidup berkoloni.  Namun koloni semut Siafu tidak pernah menetap pada suatu tempat, melainkan selalu berpindah-pindah dari suatu tempat ke tempat lain mengikuti sumber makanannya. Hewan yang memiliki nama latin Dorylus Nigricans, ini memiliki koloni terbesar di antara jenis serangga sosial. Ketika mereka berkerumun, efeknya sangat menakutkan sehingga hewan-hewan berukuran besarpun akan lari mengindar.

Ada dua jenis kasta dalam koloni semut Siafu. Kasta pekerja berukuran sekitar 0,5 cm, dan kasta tentara ukurannya hampir tiga kali ukuran pekerja. Ratu semut Siafu sendiri ukurannya bisa mencapai 5 cm dan ciri semut pejantannya punya sayap dengan ukuran tubuh sepanjang 3 cm.

Sang ratu biasanya berukuran tubuh lebih besar dari semut lainnya dan bertelur 1 hingga 2 juta telur setiap bulannya. Sehingga bisa dibayangkan betapa banyaknya semut ini membangun koloninya di setiap waktunya.

Dibalik berbagai keseraman dan keganasan semut siafu ini, faktanya semut siafu ini memiliki kegunaan yang cukup membantu untuk masyarakat Afrika, khususnya Afrika Barat dan Kongo. Di wilayah tersebut, masyarakatnya yang cenderung masih menghormati alam dan mengambil segala sesuatunya dari alam, mereka memanfaatkan semut siafu ini untuk mengobati luka yang terbuka.

Habitat Semut Siafu
Semut Siafu yang habitatnya di padang savana dan hutan hujan ini hidup berkoloni dengan jumlah lebih dari 20-22 juta ekor. Kawanan semut ini berburu saat malam hari, mereka memangsa katak dan serangga-serangga lainnya. Namun semut siafu bukanlah jenis serangga kanibal yang memangsa sejenisnya. Ketika dalam kawanan besar, semut berjalan dalam barisan panjang di lantai hutan, semut tentara berjalan mengapit semut pekerja dengan posisi rahang bersiaga (formasi yang sempurna ya). Semut Siafu juga dikenal sebagai pemburu hewan besar dan manusia, sehingga hewan ini dinyatakan sebagai semut yang paling mematikan.

Kawanan semut Siafu biasanya memburu orang yang sedang tidur, bayi yang ditinggalkan orang tuanya atau orang yang sedang mabuk sehingga tidak menyadari kedatangan koloni semut Siafu. Untungnya hingga saat ini semut Siafu ini hanya ditemui di sekitar hutan Afrika Barat dan Kongo. Senjata utama semut Siafu adalah pada rahangnya. Dengan kekuatan rahang yang besar dan sengatannya, semut ini dapat menciptakan luka tusukan atau robekan yang besar pada makhluk hidup lainnya.


Uniknya, jika kita digigit oleh semut Siafu kemudian kita membunuhnya dengan cara memutuskan kepalanya, maka rahangnya yang dalam posisi menggigit itu akan tetap mencengkram kuat dan erat terkunci. Di Afrika, dalam situasi darurat rahang semut Siafu digunakan sebagai 'benang jahit' untuk menutup luka yang terbuka.

Sekalipun tidak dapat melihat jelas, semut Siafu mengandalkan sentuhan, bau dan zar kimia yang terdapat di perut mereka untuk menemukan mangsa serta kembali ke rumah. Mereka dapat melakukan perjalanan sekitar 20 meter per jam. Tak banyak jumlah semut pejantan di koloni Siafu. Rata-rata semut ini beranggotakan koloni semut betina. Namun, hanya satu di antaranya yang bertanggung jawab untuk pembuahan dengan meletakkan 1-2 juta telur setiap bulan. Ratu semut akan dibuahi oleh semut pejantan bersayap besar yang berpindah dari satu koloni ke koloni lain untuk melakukan pembuahan. Itulah mengenai semut Siafu yang dikenal sebagai semut yang paling berbahaya dan mematikan